Ketika masuk ke sebuah klinik gigi, salah satu yang mungkin banyak disadari adalah desain interiornya yang berbeda dengan klinik pada umumnya. Di mana, biasanya interior klinik gigi memiliki konsep yang lebih ceria, bersih, hidup namun terlihat tetap profesional.
Bukan tanpa alasan, konsep semacam itu dipilih demi bisa mengurangi rasa cemas pasien dan terasa lebih ramah terhadap anak-anak. Oleh karena itu, jangan heran jika di ruang tunggunya ada beberapa hiasan hingga jenis sofa yang nyaman dan cantik.
Lalu, sebenarnya apa saja sih yang perlu diperhatikan ketika akan mendesain interior klinik gigi? Simak beberapa diantaranya berikut ini.
Beberapa Pertimbangan Penting Ketika Mendesain Interior Klinik Gigi
Apapun bangunan dan ruangannya, tentu dibutuhkan pertimbangan yang matang terlebih dahulu sebelum memutuskan desain interior seperti apa yang akan dipilih nantinya. Hal ini demi memastikan penghuni atau pengunjung ruangan tersebut bisa merasa nyaman, dan juga bisa melakukan kegiatannya masing-masing.
Untuk klinik gigi sendiri, ruang gerak dokter dan perawat harus benar-benar tercukupi. Di sisi lain, pasien harus merasa nyaman dan aman ketika berada di dalam klinik tersebut. Untuk bisa mendapatkan hal tersebut, berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika akan mendesain interior klinik gigi.
1. Ukuran Ruangan dan Tata Letaknya

Sebelum menentukan konsep dan desain interior klinik gigi, hal pertama yang harus Anda pertimbangkan adalah ukuran ruangan dan tata letak dari klinik tersebut. Klinik gigi merupakan salah satu tempat yang membutuhkan banyak peralatan di di dalamnya, bahkan tempat duduk periksa pasien saja sudah berbeda.
Karena itulah tata letak dari klinik gigi juga harus diperhatikan dengan seksama. Contohnya, untuk mendapatkan ruang gerak yang bebas dan efisien, maka harus ada jarak yang cukup antara tempat berkumur dengan kabinet, hingga tempat posisi dokter di belakang atau samping bekerja.
Selanjutnya, zonasi di klinik gigi juga harus terpisah dengan baik. Zonasi ini bisa dipisah mulai dari area publik seperti resepsionis dan tempat tunggu, area steril, hingga area klinis di mana pasien diperiksa oleh dokter.
2. Pastikan untuk Memperhatikan Kenyamanan dan Psikologi Pasien
Hal lain yang juga harus diperhatikan ketika merancang interior klinik gigi adalah psikologi pasien dan kenyamanannya. Seperti yang sudah disebutkan tadi, sofa biasanya menjadi salah satu furniture yang wajib ada di ruang tunggu klinik gigi.
Alasannya tentu untuk membuat pasien lebih nyaman ketika menunggu giliran periksa. Jika ingin suasana di sekitar lebih sejuk, Anda juga bisa menambahkan tanaman penghasil oksigen yang sekaligus aman diletakkan di dalam ruangan.
Sedangkan untuk ruang periksa, tidak ada salahnya memasang peredam suara meski yang tidak 100%. Mengapa hal ini diperlukan? Sebab, pemeriksaan dan pengobatan gigi sering kali menggunakan bor gigi yang mengeluarkan suara. Jika suara bisingnya terdengar sampai ruang tunggu, bukan tidak mungkin pasien lainnya merasa takut.
3. Pilih Warna yang Tepat

Mendesain ruangan apapun tentu tidak bisa terlepas dari pemilihan warna. Jika ingin menampilkan desain interior klinik gigi yang bersih dan profesional, maka warna monokromatik masih menjadi yang paling disarankan. Contohnya adalah warna putih, krem, abu-abu atau coklat muda.
Namun, jika Anda ingin memiliki klinik dengan kesan yang lebih cheerful, berani dan ceria, maka warna-warna pastel seperti hijau atau biru pastel merupakan warna yang cocok. Yang terpenting, sebelum menentukan warnanya, pastikan dulu setiap furniture yang akan digunakan nantinya masih matching sehingga ruangan terasa lebih harmonis.
4. Perhatikan Pencahayaan
Ketika merancang interior klinik gigi Palembang atau kota-kota lainnya, hal lain yang tidak kalah penting adalah pencahayaan. Pencahayaan yang dimaksud di sini bukan hanya sekadar lampu penerangan.
Untuk ruang tunggu, pilihlah pencahayaan yang terang namun tetap hangat. Sedangkan untuk ruang periksa, pencahayaannya harus benar-benar terang demi memudahkan dokter memeriksa secara detail. Di ruang periksa juga harus tersedia lampu kerja yang biasanya berada di atas kepala pasien dan bisa digerakkan sesuai dengan kebutuhan.
5. Perhatikan Infrastruktur dan Fasilitas
Sebelum langsung fokus pada desain interior klinik gigi, maka sebelumnya Anda harus memikirkan infrastrukturnya terlebih dahulu. Infrastruktur ini mencakup bangunan dan aliran udara, aliran listrik, hingga pembuangan limbah medisnya yang harus dikelola dengan baik.
Sedangkan fasilitasnya mencakup peralatan pemeriksaan yang memadai dan aman, fasilitas pendukung seperti toilet, dan tentu saja fasilitas yang membuat pasien merasa lebih nyaman seperti ruang tunggu yang bersih dan nyaman.
Jangan lupa juga untuk memberikan fasilitas lainnya dengan menyediakan air minum gratis dan lain sebagainya. Meskipun dirasa sederhana, namun fasilitas kecil seperti ini biasanya bisa memberikan kesan positif.
6. Memilih Material yang Tepat

Sedangkan hal terakhir yang perlu dipertimbangkan dengan baik saat mendesain interior klinik gigi adalah materialnya. Material yang tepat untuk klinik gigi adalah material yang tahan terhadap lembab dan juga mudah untuk dibersihkan. Jika diperlukan, tidak ada salahnya untuk menggunakan pelapis lantai dan dinding tambahan.
Salah satu yang juga tidak boleh dilupakan adalah memilih material yang tahan terhadap desinfektan. Selain itu, pastikan juga untuk membuat manajemen kabel yang baik, agar tidak ada kabel yang mengganggu penglihatan sekaligus membuat lingkungan klinik menjadi lebih aman.
Nah, itulah beberapa hal penting yang sebaiknya diperhatikan ketika mendesain interior klinik gigi. Sebenarnya, hal-hal yang sudah disebutkan tadi juga bisa dijadikan acuan untuk ruangan lainnya.
Namun, jika Anda masih belum terlalu yakin, tidak ada salahnya untuk meminta bantuan jasa profesional seperti desainer interior. Saat ini menemukan hasa profesional seperti ini bukanlah pekerjaan yang sulit. Semoga bermanfaat.